Lompati Navigasi

LG MOBILE WORLDCUP


Kampanye LG MWC

Asal > Kampanye LG MWC

LG Texting Education

Pendahuluan

Anak-anak dan remaja mengirim 20.209 pesan teks setiap detik, yang jumlahnya lebih dari 1,2 juta pesan teks setiap menitnya!
SMS dan telepon seluler telah mengubah cara kita hidup, berinteraksi, dan berkomunikasi.
Di antara semua kelebihan SMS, LG juga mengakui meningkatnya SMS yang tidak pantas dan merusak.
LG Mobile World Cup tahun ini akan mengumpulkan orang sedunia, yang merupakan sebuah festival internasional tahunan merayakan budaya seluler.
Sebagai bagian dari upayanya memerangi pemakaian telepon seluler yang merusak, LG Mobile World Cup 2011 akan memperkenalkan LG Text Ed, sebuah komponen inovatif pada program pendidikan yang dirancang untuk membantu orang-orang muda menghindari bahaya pada praktik SMS yang berisiko.

Tentang LG Text Ed

Text Ed menyediakan sumber daya berharga untuk membantu menangani masalah praktik SMS yang berisiko melalui berbagai artikel, tip, dan video setiap bulan.
Juga disediakan nasihat oleh suatu dewan penasihat dari para ahli perilaku dan kesehatan anak terkemuka yang mencermati berbagai masalah yang berhubungan dengan orang-orang muda dan penggunaan telepon seluler mereka.
Sebagai hasilnya, keluarga, orang tua, dan anak-anak akan dapat berdiskusi dan menangani masalah penting dengan lebih baik, seperti halnya mengirim atau menerima pesan teks berbahaya, etika telepon seluler, sexting, dan sebagainya.

Topik 1: Pelecehan Cyber

Dulu bentuknya berupa coretan di dinding toilet sekolah: tuduhan kasar, gosip tak berdasar, dan pesan-pesan kasar.
Telepon seluler dan Internet adalah "dinding toilet" baru di mana anak-anak dapat menyebarkan gosip tanpa nama di web kepada pemirsa yang jauh lebih luas.
Meskipun umumnya anak-anak dan remaja memandang pelecehan cyber sebagai bagian normal dari keseharian mereka, kerusakan yang diakibatkannya tetap sangat nyata dan menyakitkan, walaupun dapat dicegah.
Pelecehan cyber adalah bentuk pelecehan terbaru dan paling berbahaya, bila satu atau beberapa orang memakai telepon seluler, Internet atau perangkat digital lainnya untuk menimbulkan bahaya psikologis pada orang lain melalui pesan instan, email, dan situs jaringan sosial.
Dalam jangka pendek, hal ini dapat mengganggu pemahaman sosial anak-anak, status dan kenyamanan serta menyebabkan kecemasan dan depresi.
Dampak dari bentuk pelecehan ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan bahaya psikologis, depresi, kemarahan, kekerasan, menurunkan harga diri, dan bahkan bunuh diri.
Pelecehan cyber adalah fenomena yang seringkali diawali pada anak-anak dan kini saatnya membantu mereka memahami akibat dari tindakan demikian.

Topk 2: Pemakaian Telepon Seluler

Telepon seluler kini ada di mana-mana. Umumnya kita tidak ingat saat-saat di mana kita tidak berdaya tanpa ponsel.
Bila dikaitkan dengan anak-anak, betapa mudanya mereka saat memasuki dunia telepon seluler, SMS, email, dan segala hal yang menjadi implikasi pemakaian telepon seluler?
Komunikasi seluler membuka pintu ke dunia yang lebih besar dan orang-orang muda perlu mempelajari cara menyusuri dunia ini dengan cara yang tepat.
Banyak anak-anak yang punya telepon seluler dan demi kebaikan: memberikan perasaan tenang kepada orang tua dan saluran komunikasi untuk anak-anak.
Namun pemakaian telepon seluler, jika tidak diawasi, juga dapat menyebabkan stres yang berlebihan pada anak-anak.
Seperti halnya mendapatkan izin mengemudi, anak-anak perlu pedoman dan petunjuk.
Tidak satu pun orang tua yang pernah bermimpi menempatkan anak-anak mereka di belakang kemudi mobil balap tanpa persiapan atau arahan yang tepat.Memiliki dan memakai telepon seluler harus dipandang dengan cara serupa.

Topik 3: Pengiriman pesan bersifat seksual

Remaja sekarang telah mengubah rayuan ke tingkat yang sama sekali baru, berbahaya dan menakutkan yang lepas dari kendali.Tren yang dikenal sebagai "sexting" telah membuka kotak Pandora masalah, yang menyebabkan bahaya yang tidak teratasi.
Sexting, kombinasi dari kata "sex" dan "texting", meliputi pengiriman pesan yang bersifat seksual (dari pesan tertulis yang tersirat hingga penyebaran ilegal atas pornografi anak-anak) via telepon seluler. Dengan aksesibilitas telepon seluler dan kepolosan remaja, mudah dipahami betapa mudahnya sexting menjadi lepas kontrol.
Foto-foto dan pesan yang mungkin mereka anggap tidak berdosa atau berisi rayuan bisa jadi tinggal satu langkah saja lagi dari menjadi bencana sosial dan bahkan perkara hukum.
Perlu kiranya dipahami makna sexting, dan cara menyampaikan hal ini secara terbuka, proaktif, dan efektif.

Topik 4: Mengemudi dan Berkirim Pesan dengan Aman

Berkirim pesan selagi mengemudi. Kita semua telah melakukannya.
Kita semua biasa melakukannya. Kita semua cemas melakukannya.
Mengemudi, umumnya, memerlukan konsentrasi tinggi.
Walau demikian, karena di dalam mobil kita merasa lebih nyaman, seperti di dalam rumah sendiri, kita terjebak pada pemikiran bahwa kita dapat melakukan beberapa tugas sekaligus.Tapi sebenarnya kita tidak bisa, khususnya dalam hal berkirim pesan.
Berkirim pesan memaksa kita mengalihkan perhatian dari jalanan ke telepon seluler.
Dalam setengah detik perubahan fokus dari jalanan ke layar seluler dapat menyebabkan bencana yang tidak dapat dipulihkan.
Ini merupakan masalah bagi orang dewasa dan menjadi masalah lebih besar bagi jutaan remaja.
Berkirim pesan dan pengemudi yang masih remaja merupakan kombinasi berbahaya untuk alasan nyata yang telah terbukti melalui ribuan cedera dan kematian pada orang-orang muda setiap tahunnya.Cegah tragedi yang tidak seharusnya tidak terjadi.
Pelajari cara berkomunikasi yang efektif dan hindari berkirim pesan selagi mengemudi.